bagai meneteskan benih farfum pada sebuah bangkai
sebuah lukisan pada lapisan warna-warna yang melekat
kini hanya sebuah kenangan di kala engkau berhias di pelataran hati.
david
Minggu, 13 Januari 2013
Senin, 10 Desember 2012
Sabtu, 19 Mei 2012
YOU MUST BE ABLE TO!!!
kita hidup sudah lumpuh dengan kesungguhan maka akhirnya kita dapat berjalan tegak dan kemudian dapat berlari
maka percuma jika anda berhenti di tengah-tengah perjalanan anda oleh karna sebab "sebuah batu terjal yang sempat melukai kaki anda solusi terbaik ''insyaAllah'' ambilah batu tersebut dan singkirkanlah di tempat yang seaman mungkin
dan jangan ragu tuk melangkah kembali,hantam tonggak dunia,acungkan jemari anda pada sang surya
tunjukan bahwa anda benar-benar ada untuk sebuah kehidupan...
dan teriaklah sekencang munkin "bahwa anda BISA"
maka percuma jika anda berhenti di tengah-tengah perjalanan anda oleh karna sebab "sebuah batu terjal yang sempat melukai kaki anda solusi terbaik ''insyaAllah'' ambilah batu tersebut dan singkirkanlah di tempat yang seaman mungkin
dan jangan ragu tuk melangkah kembali,hantam tonggak dunia,acungkan jemari anda pada sang surya
tunjukan bahwa anda benar-benar ada untuk sebuah kehidupan...
dan teriaklah sekencang munkin "bahwa anda BISA"
Sabtu, 19 November 2011
metabolisme kehidupan
Dari ufuk yang membentang...
kemudian mereka singgah dalam peraduannya,
kami hadir sebagai tunas yang tumbuh,berkembang dan kemudian menemui sang kematian,
jika benar terik fajar yang membangunkan kami maka sang bulan yang menidurkan kami,,,
dan hari-hari kian kali mencatat,sebagai dokumentasi tuhan...
ketika kami berkembang mencoba pertama kali menyibakan kelopak,maka nanti kami kan dipertemukan pada ranting yang bercabang dimana kami di paksa memilih dimana kami haru meletakan daun yang akhirnya lapuk dan jatuh berguguran,,, kami pun kan tumbang dand jatuh menyentuh tanah...
itulah resolusi kehidupan ,diman masa kini adalah perjuangan hidup,masa lampau adalah kisah yang terbingkai dalam kenangan,dan masa depan adalah buah dari sebuah peroses yang panjang...
kemudian mereka singgah dalam peraduannya,
kami hadir sebagai tunas yang tumbuh,berkembang dan kemudian menemui sang kematian,
jika benar terik fajar yang membangunkan kami maka sang bulan yang menidurkan kami,,,
dan hari-hari kian kali mencatat,sebagai dokumentasi tuhan...
ketika kami berkembang mencoba pertama kali menyibakan kelopak,maka nanti kami kan dipertemukan pada ranting yang bercabang dimana kami di paksa memilih dimana kami haru meletakan daun yang akhirnya lapuk dan jatuh berguguran,,, kami pun kan tumbang dand jatuh menyentuh tanah...
itulah resolusi kehidupan ,diman masa kini adalah perjuangan hidup,masa lampau adalah kisah yang terbingkai dalam kenangan,dan masa depan adalah buah dari sebuah peroses yang panjang...
Selasa, 26 Oktober 2010
Sabtu, 22 Mei 2010
tak ada lagi keraguan bagi sang purnama
" Tak ada lagi keraguan bagi sang purnama"
Mata merah yang memancarkan secercah sinarnya di padang seluas pandang itu ,,,!
Awan sayup mendirikan hamparan langit yang telah bosan mendengarkan pengaduan angin dan air yang telah hitam pekat,bumi pun menebarkan debu-debu arif yang kemudian jatuh melukis hamparan merah darah para syuhada...
Kaki munyil tegak berdiri di tengah lapak yang panjang mengarungi malam penuh debu,wajah lugu dengan ratapan sayup menatap wajah sang ayah,slaksa pohon kurma yang meratapi seribu gerimis pada sang hujan,,,,
Mata merah yang memancarkan secercah sinarnya di padang seluas pandang itu ,,,!
Awan sayup mendirikan hamparan langit yang telah bosan mendengarkan pengaduan angin dan air yang telah hitam pekat,bumi pun menebarkan debu-debu arif yang kemudian jatuh melukis hamparan merah darah para syuhada...
Kaki munyil tegak berdiri di tengah lapak yang panjang mengarungi malam penuh debu,wajah lugu dengan ratapan sayup menatap wajah sang ayah,slaksa pohon kurma yang meratapi seribu gerimis pada sang hujan,,,,
Langganan:
Komentar (Atom)